Sewaktu SD guruku selalu
berpesan hiduplah seperti Padi makin berisi makin merunduk, seperti hidup
semakin kau memiliki ilmu tetaplah untuk rendah hati.
Wednesday, June 21, 2006
Kelulusan UN yang Luar (dari) biasanya
_Sejumlah propinsi yang selama ini dianggap tertinggal dari sisi tingkat kelulusan mencatat kelulusan yang tinggi. Papua misalnya untuk SMA naik dari 44,37 persen menjadi 85,54 persen. Di Bengkulu kenaikan signifikan tak hanya untuk SMA yang naik dari 49,36 persen menjadi 89,77 persen,tetapi juga pada MA yang naik dari 37,10 persen menjadi 77,50 persen, serta SMK dari 32,52 persen menjadi 71,04 persen_ (Kompas,Selasa 20 Juni 2006)
Luar biasa, adalah kata-kata headline yang terpampang di Koran Nasional itu, membuat hati ini bisa sedikit tersenyum melihat kemajuan yang cukup membanggakan terhadap pendidikan di Negara kita,bagaimana tidak, ditengah pro kontra layak tidaknya UN di jadikan acuan untuk menilai tingkat keberhasilan siswa dalam menerima setiap pelajaran yang telah mereka terima selama 3 tahun di bangku SMA,kita telah disuguhi oleh angka yang cukup hebat dibandingkan tahun lalu.
terlepas dari adanya anggapan miring mengenai adanya tim sukses dalam UN tahun ini,tapi hasil ini sudah cukup membuat sedikit banyak pihak untuk dapat berpuas diri,walaupun dari sepersekian ribu orang disana,masih akan terus berjuang untuk menuntut haknya untuk dpat diaui,hanya karena gagal dalam satu mata pelajaran." sia-sia sudah 3 tahun,jika hanya ditentukan oleh 2 jam untuk mengerjakan soal itu) memang cukup beralasan jika sang Wapres berkata, bahwa ia tidak setuju dengan adanya UN susulan,yang nantinya akan merugikan siswa itu sendiri,lewat adanya UN kita baru bener-bener merasa sekolah,tapi juga tidak adil jika kerja keras kita selama 3 tahun itu cuma diukur dari ujian yang 3x2jam.ini harus jadi pelajaran bagi bangsa ini,kita memang sudah jauh tertinggal dengan bangsa lain,tapi bukan berarti kita harus terus menerima keterpurukan ini.dalam setiap ujian itu harus ada yang lulus dan juga harus ada yang tidak lulus.tapi itulah,kadangkala kita seperti tidak menerima jika melihat seorang yang dalam kesehariannya dikategorikan seorang yang pintar disekolahnya,ternyata ketika pengumuman dinyatakan tidak lulus,ataupun sebaliknya seorang yang dikategorikan oleh gurunya(bahkan) akan sulit untuk melalui UN ini ternyata dinyatakan lulus.itulah sering saya komentari sebagai "HOKKY" sewaktu ujian.kita pasti sudah sama-sama tahu,faktor mental mempengaruhi ketika kita melaksanakan ujian. setuju sekali jika saya berkesimpulan bahwa tahun ini Kelulusan UN yang Luar (dari) Biasanya. setuju sekali jika tahun ini tidak diadakan UN susulan,permasalahan ada puluhan siswa yang tidak lulus adalah orang-orang pintar yang pernah meraih juara olimpiade fisika misalnya,itu hanyalah beberapa kasus dari sekitar 20% siswa dari seluruh Indonesia yang tidak lulus.tidak lulus UN bukan berarti perjuangan kita berhenti kan? inilah ujian sesungguhnya ketika kita mampu mengatasi ujian tersebut dengan lebih bijaksana.saya juga setuju sekali jika tahun depan tidak ada lagi yang namanya UN,tingkat kompetensi siswa itu harus diukur secara kontinyu bukan lewat test 3x2 jam,sudah saatnya pemerintah lewat Depdiknas memikirkan solusi yang baru,yang tidak membuat bingung guru dan siswa dengan perubahan-perubahan yang kadang-kadang tidak bisa diterapkan di seluruh daerah di Indonesia,karena harus kita akui,pendidikan di Inonesia belumlah merata.
cukuplah saat ini kita hanya bisa menjadi pemerhati pendidikan yang baik,cukuplah kita dengan memberikan apresiasi yang tak harus berlebihan,potret pendidikan kita memang sudah buram,tapi tak masalah,ucapan selamat saja untuk generasi putih abu-abu,selamat meninggalkan dunia abu-abumu.tataplah optimis hari depanmu.jadikan ungkapan rasa syukurmu tak hanya kau tuliskan dalam sms mu.
Indonesia raya merdeka-merdeka Tanahku negriku yang kucinta Indonesia raya merdeka-merdeka hiduplah Indonesia raya
“Rul,coba Pancasila hafal ga?” sebuah pertanyaan yang terdengar sedikit menggelitik,tak kala aku sendiri menuju kamar mandi,suatu pertanyaan yang membuat ku sedikit tertegun, kaget, dan cukup tak percaya, melihat mereka yang sedang bersimpuh di kursi yang melingkar sedang memperdebatkan hal yang sebenarnya jarang sekali untuk diperbincangkan,hafal kah kau dengan pancasila? Ya, pancasila yang memiliki 5 sila itu, apa yang telah kau perbuat sewaktu SD dulu,guru PMP (sebelum diganti dengan PPKn) pastilah mewajibkan kita untuk menghafalnya,apakah cukup dengan dihafal saja kelima sila itu.
tak kala kembali dari kamar mandi,lagi-lagi pertanyaan itu lagi yang kudengar,” ayo rul,di lafadzkan tu Pancasila”.hah!!! dalam hati ku bergumam “inikan pertanyaan yang selalu kusodorkan ketika masih SMA dulu kepada adik-adik kelasku yang sedang mengikuti Masa Orientasi Sekolah”….,”mau nguji gumamku”. Hei jangan-jangan kalian sendiri yang tidak bisa menyebutkan kelima sila dengan baik dan benar atau jangan-jangan diantara kalian masih ada yang tidak hafal Lagu Indonesia Raya, lagi-lagi pertanyaan yang dulu sering kulontarkan kukembalikan kepada mereka. Sungguh terkejut memang, ketika salah satu dari mereka tanpa basa-basi berucap” terus terang klo lagu Indosia Raya aku ga hafal” wah,,wah sampai sebegitunya “generasi” sekarang, apa yang kau kerjakan ketika upacara bendera selama 12 tahun setiap hari Senin itu,bait-demi bait lagu kebangsaan itu saja tak kau hafal.
“kau meninggalkan hal yang sepele kawan” kata teman yang disebelahnya , kata yang singkat tapi cukup bermakna, sesepelekah itu untuk menghafal Pancasila,sebegitu susahnya untuk menghafal dan menjiwai lagu Indonesia Raya. Coba kalau disodorkan dengan lirik lagu PeterPan ataupun Samsons,dengan lantang kan kau keluarkan suara merdumu itu.
Nasionalisme,jadi topik yang tidak pernah terbayangkan pada perbincangan ringan sore itu,aku yang sedari tadi hanya berkutat dengan keyboard dan sesekali memandang ke monitor itu,ikut terpancing untuk ikut dalam diskusi yang cukup membuat semangat,biasanya mereka hanya memperbinacangkan peluang Negara A melawan Negara B yang akan bertanding nati malam,ya ini musimnya pesta bola, tapi ini lain gumamku.semangat untuk menjadi pendengar yang baik ketika mereka berargumen mengenai apa yang telah mereka perbuat dimasa lalu itu,sampai-sampai Pancasila saja masih secara terbata-bata di ucapkan,atau dengan kening yang di kerutkan untuk mengingat setiap lirik dari setiap baris lagu kebangsaan kita itu.ha ha semuanya pu terdiam takkala ku potong pembicaraan mereka,ayo sapa yang mau jadi sukarelawan pertama untuk menyanyikan lagu kebangsaan yang dapat mebuat bulu kudukmu merinding ketika nantinya kau dengar berkumandang di pertandingan Piala Dunia,seperti mereka yang bertanding disana dengan bangga menaruh tangan kanannya untuk menyanyikan dengan bangga lagu kebangsaan mereka. ”Kulihat engkau diam,larut dalam hening” ya hening, sore itu,ketika kukembali ke kamarku, sambil kucari di file manager,search…….ah ku temukan juga,add file to winamp,kuputar volume ke tingkat yang kukira cukup membuat satu daerah itu mendengar,dan menyanyikan lagu ini denga jiwa Nasionalismenya. Ya lagu itu kuputarkan untuk mereka di sore yang teduh kala itu.
Nasionalisme: sudah kah kamu?
Indonesia, Tanah Air ku Tanah tumpah darahku Disanalah,aku berdiri Jadi pandu ibu ku Indonesia,kebangsaanku Bangsa dan tanah airku Marilah kita berseru Indonesia bersatu
inilah potret bumi yang telah mulai lelah,bergejolak,berguncang,untung tak sampai memuntahkan isinya lewat merapi. tapi 57 detik itu sudah cukup meluluhlantakkan Jogja dalam sekejab,pecah jerit tangis pilu di pagi yang semula sunyi. 27 mei 2006 pukul 05:53 semua itu dimulai,mengingatkan kembali kisah masa lalu,ya 6 tahun yang lalu kini terulang lagi. EARTHQUAKE sejenis monster apa dikau.
rata,sebuah ungkapandari hati yang teriris,tak mampu lagi mengeluarkan air mata
mau kemana lagi tempat berteduh itu telah hilang
oh...hanya piala-piala inikah yang bersisa.
ku tahu kau telah tua,tapi sebentar saja kau bergoyang habis lah sudah.
27 Mei 2006.
kualami lagi
seperti 4 juni 2000
ya 6 tahun yang lalu tlah lewat,tapi tetap membekas di ingatanku.
hari ini mama ulang tahun ke-52,tak percuma ku pasang alarm untuk bisa membangunkan ku pagi ini agar bisa mengucapkan kata Selamat Ulang Tahun Mama
beberapa saat kucoba untuk menghubungi rumah,aneh….. biayasanya tidak sesulit ini untuk menelfon rumah…
05:50 handphone ku berbunyi, dari kakakku ternyata, Dek, hari ini mama ulang tahun,jangan lupa di sms ya, ya ,ini aja baru mo ditelf.tapi belum bisa masuk-masuk” tuut….tut…tut… perasaan ku tidak enak….
05:53 terasa bumi bergetar,bergoyang,berguncang… Benar saja dengan pelan tapi membuatku kembali teringat akan peristiwa 4 juli 6 tahun yang lalu,,,,,, Ini GEMPA!!!!!!!!!!!!!!!!! Kataku Berderak seluruh tembok dikostanku,ALLAHU AKBAR, cepat,cepat sekali ku sudah berada diluar,satu persatu penghuni kostku berhamburan keluar,hanya satu dua orang saja yang terperangkap di kamar itu…..panik,,gumamku Kembali de javu menghampiriku,dahsyat bumi kembali bergoyang,sekejap memang 57 detik itu sudah cukup mengembalikan rasa trauma 6 tahun lalu. Beberapa saat bumi tenang,,,Merapi Meletus kukira….
06:00 Handphone ku kembali berdering,dari kakakku lagi ternyata Dek,gimana disana? alhamdulillah aku gak papa. Perasaanku masih tak menentu. kost kakak dek,hancur semua berdesir seluruh tubuh ku,kusambar langsung kunci motor,tanpa pikir panjang. rul mo kemana? Tanya teman kosku yang jelas terlihat gurat cemas. Mo ke tempat kakakku,hancur katanya
06:05 hari ini sungguh tak terbayangkan bagi ku,sekejap itu meluluh lantakkan Jogja,kanan kiri kulihat reruntuhan itu,wajah-wajah penuh debu,pasar itu roboh gumamku takkala melewati daerah wirobrajan,sepanjang ku melihat dipinggir jalan ibu-ibu yang menggapai-gapaikan tangannya,mencari tumpangan,pikiranku hanya tertuju kekost kakakku.Masya Allah Jogja menangis,jogja berduka,bukan karena Merapi yang telah lama heboh.tapi karena gempa tektonik.
06:15 di jalan wates, kukirim sms ke bengkulu ma selamat ulang tahun,barusan jogja gempa,besar ma sprti thn 2000 dl,aku skrg nak ke kost k’aan,kostny rusak,mohon doanya untuk kami disini. Status: delivered
06:30 daerah Sapen puing-puing tembok menghalangi perjalananku, terlihat seorang ibu yang duduk lunglai,tak mampu menangis lagi mungkin,dahsyat,ya sesuatu yang akan terus membekas,menghujam di dalam ingatannya kelak. Tatapan kosong itu yang kutangkap takkala ia memperhatikan rumahnya yang hancur,rata,hanya genting itu yang tergenggam ditangan kanannya, Di kost kakakku,kulihat mereka berkumpul,ada yang sholat,ntah itu sholat subuh,atau duha,tak kuhiraukan,kulihat muka-muka itu,letih,was-was,takut.
Ku hanya bisa melihat sekeliling dengan hati yang menangis,tak bisa aku Belum ada berita pasti seberapa besar kekuatan gempa itu,spekulasi bermunculan,hantu tsunami mulai merasuki sekeliling.ku hanya bisa berkata dalam hati sedikit berdoa.semoga tidak terjadi tsunami,cukup yakin ku berucap,jogja jauh dari pantai selatan,kontur tanah di sana juga sudah cukup membendung air bila tsunami itu benar-benar ada.
07:50 dua orang pemuda berlari sambil berteriak air,air,air dalam waktu singkat kepanikan muncul,seluruh Sapen berhamburan,klakson motor,mobil berteriak tak mau kalah,cepat-cepat sekali berita itu tersiar,trauma Aceh manghantui. Seluruh penghuni kost kakakku berhamburan keluar.tapi tidak denganku,sayup-sayup kudengar suara yang memanggilku,Adi….adi…..adi…cepat dek kakakku tak kalah panik.kuraih HP ku yang tergeletak dikamar yang berantakan itu. Aku tidak mau lari,mau lari kemana??? Mau menghindar dari tsunami yang muncul dari selatan,tapi Wedhus Gembelnya gunung Merapi juga siap menyerang. Terlihat disana sini para penduduk diliputi kepanikan yang sangat. Berlarian,penuh tangis,teriakan pilu,menambah riuh suasana yang sepertinya pernah kulihat di TV ketika tsunami melanda Aceh. Jerit tangis,kecemasan yang tak asing seperti 6 tahun yang lalu.
Selama itu tak henti-hentinya HP ku berbunyi,sms mengalir,alhmd teman-temanku sehat smua.
08:56 message received from: Bli Rindu rul,dmana? Qta mau krmh tanteq di airport!Km ksana aja! Qta ktemuan dsana!
ak masih dsapen, ak liat2 keadaan dl ndu,y udh kmu ksana aj,nanti ak ksana,sampe ktmu dtmpt tantemu y. message sent 09:00 …………………………………………………………….. …………………………………………………………………………. Jogja Never Ending Asia,27 mei 2006 kan kukenang kau,dengan sejuta guratan lelahmu yang kan kusimpan dan kan kuceritakan nanti,seperti peristiwa enam tahun lalu.
Jogja Never Ending Asia,27 mei 2006,05:53.5,9SR. Berhentilah berduka,dukamu,dukaku,duka kami.
Jogja Never Ending Asia, 27 mei 2006 pagi itu. Gempa,Merapi,keeksotikanmu,keanggunanmu, Pilu mereka,tangis mereka,jerit mereka,tangis mereka. Satu tanpa harmoni, Tapi tetap menghiasi harmoni kehidupan ini.
azab sudah pasti musibah,tapi musibah belum tentu azab ini adalah musibah,bukanlah azab dari Allah tatap lah hari esok Jogja.
Name: Khairul Fuadi Home: Bengkulu, Sumatra, Indonesia About Me: dilahirkan di Bengkulu 23thn yang lalu, 13 tahun menghabiskan pendidikan formal TK-SMA di Bengkulu,setelah menamatkan SMA memiliki keinginan untuk melanjutkan ke STPDN, alhamdulillah ga diterima (walau pada saat tes mulai dari awal-akhir tidak pernah terlempar dari 4 besar). sekarang masih tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Univeritas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) semester akhir. aktif di organisasi pergerakan kampus dan himpunan mahasiswa jurusan. sekarang diberi amanah sebagai Kabid Sosek Pengurus Cabang AR.FAkhruddin IMM Kota Yogyakarta, pernah mewakili KOMAHI (Korps Mahasiswa Hubungan Internasional)UMY dan Indonesia pada secretary general CAYC dan mendapatkan ASEAN TAYO (Teen Achomplished Youth Organization) 2007 award di Cebu Filipina. See my complete profile