Sewaktu SD guruku selalu
berpesan hiduplah seperti Padi makin berisi makin merunduk, seperti hidup
semakin kau memiliki ilmu tetaplah untuk rendah hati.
Wednesday, June 21, 2006
Nasionalisme: Sudahkah kamu?
………
Indonesia raya merdeka-merdeka Tanahku negriku yang kucinta Indonesia raya merdeka-merdeka hiduplah Indonesia raya
“Rul,coba Pancasila hafal ga?” sebuah pertanyaan yang terdengar sedikit menggelitik,tak kala aku sendiri menuju kamar mandi,suatu pertanyaan yang membuat ku sedikit tertegun, kaget, dan cukup tak percaya, melihat mereka yang sedang bersimpuh di kursi yang melingkar sedang memperdebatkan hal yang sebenarnya jarang sekali untuk diperbincangkan,hafal kah kau dengan pancasila? Ya, pancasila yang memiliki 5 sila itu, apa yang telah kau perbuat sewaktu SD dulu,guru PMP (sebelum diganti dengan PPKn) pastilah mewajibkan kita untuk menghafalnya,apakah cukup dengan dihafal saja kelima sila itu.
tak kala kembali dari kamar mandi,lagi-lagi pertanyaan itu lagi yang kudengar,” ayo rul,di lafadzkan tu Pancasila”.hah!!! dalam hati ku bergumam “inikan pertanyaan yang selalu kusodorkan ketika masih SMA dulu kepada adik-adik kelasku yang sedang mengikuti Masa Orientasi Sekolah”….,”mau nguji gumamku”. Hei jangan-jangan kalian sendiri yang tidak bisa menyebutkan kelima sila dengan baik dan benar atau jangan-jangan diantara kalian masih ada yang tidak hafal Lagu Indonesia Raya, lagi-lagi pertanyaan yang dulu sering kulontarkan kukembalikan kepada mereka. Sungguh terkejut memang, ketika salah satu dari mereka tanpa basa-basi berucap” terus terang klo lagu Indosia Raya aku ga hafal” wah,,wah sampai sebegitunya “generasi” sekarang, apa yang kau kerjakan ketika upacara bendera selama 12 tahun setiap hari Senin itu,bait-demi bait lagu kebangsaan itu saja tak kau hafal.
“kau meninggalkan hal yang sepele kawan” kata teman yang disebelahnya , kata yang singkat tapi cukup bermakna, sesepelekah itu untuk menghafal Pancasila,sebegitu susahnya untuk menghafal dan menjiwai lagu Indonesia Raya. Coba kalau disodorkan dengan lirik lagu PeterPan ataupun Samsons,dengan lantang kan kau keluarkan suara merdumu itu.
Nasionalisme,jadi topik yang tidak pernah terbayangkan pada perbincangan ringan sore itu,aku yang sedari tadi hanya berkutat dengan keyboard dan sesekali memandang ke monitor itu,ikut terpancing untuk ikut dalam diskusi yang cukup membuat semangat,biasanya mereka hanya memperbinacangkan peluang Negara A melawan Negara B yang akan bertanding nati malam,ya ini musimnya pesta bola, tapi ini lain gumamku.semangat untuk menjadi pendengar yang baik ketika mereka berargumen mengenai apa yang telah mereka perbuat dimasa lalu itu,sampai-sampai Pancasila saja masih secara terbata-bata di ucapkan,atau dengan kening yang di kerutkan untuk mengingat setiap lirik dari setiap baris lagu kebangsaan kita itu.ha ha semuanya pu terdiam takkala ku potong pembicaraan mereka,ayo sapa yang mau jadi sukarelawan pertama untuk menyanyikan lagu kebangsaan yang dapat mebuat bulu kudukmu merinding ketika nantinya kau dengar berkumandang di pertandingan Piala Dunia,seperti mereka yang bertanding disana dengan bangga menaruh tangan kanannya untuk menyanyikan dengan bangga lagu kebangsaan mereka. ”Kulihat engkau diam,larut dalam hening” ya hening, sore itu,ketika kukembali ke kamarku, sambil kucari di file manager,search…….ah ku temukan juga,add file to winamp,kuputar volume ke tingkat yang kukira cukup membuat satu daerah itu mendengar,dan menyanyikan lagu ini denga jiwa Nasionalismenya. Ya lagu itu kuputarkan untuk mereka di sore yang teduh kala itu.
Nasionalisme: sudah kah kamu?
Indonesia, Tanah Air ku Tanah tumpah darahku Disanalah,aku berdiri Jadi pandu ibu ku Indonesia,kebangsaanku Bangsa dan tanah airku Marilah kita berseru Indonesia bersatu
banyak sekali sesuatu yang tanpa kita sadari adalah sebuah hal-hal yang kadangkala tak pernah kita perhatikan,begitu penti dan bermaknanya sebuah sikap nasionalisme yang harus kita tanamkan di hati ini.
Name: Khairul Fuadi Home: Bengkulu, Sumatra, Indonesia About Me: dilahirkan di Bengkulu 23thn yang lalu, 13 tahun menghabiskan pendidikan formal TK-SMA di Bengkulu,setelah menamatkan SMA memiliki keinginan untuk melanjutkan ke STPDN, alhamdulillah ga diterima (walau pada saat tes mulai dari awal-akhir tidak pernah terlempar dari 4 besar). sekarang masih tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Univeritas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) semester akhir. aktif di organisasi pergerakan kampus dan himpunan mahasiswa jurusan. sekarang diberi amanah sebagai Kabid Sosek Pengurus Cabang AR.FAkhruddin IMM Kota Yogyakarta, pernah mewakili KOMAHI (Korps Mahasiswa Hubungan Internasional)UMY dan Indonesia pada secretary general CAYC dan mendapatkan ASEAN TAYO (Teen Achomplished Youth Organization) 2007 award di Cebu Filipina. See my complete profile
banyak sekali sesuatu yang tanpa kita sadari adalah sebuah hal-hal yang kadangkala tak pernah kita perhatikan,begitu penti dan bermaknanya sebuah sikap nasionalisme yang harus kita tanamkan di hati ini.