space of revolution
Sewaktu SD guruku selalu berpesan hiduplah seperti Padi makin berisi makin merunduk, seperti hidup semakin kau memiliki ilmu tetaplah untuk rendah hati.
Saturday, February 11, 2006
Jyllands-Posten,SEBUAH BALADA DUNIA YANG MENGHEBOHKAN



"Tetapi tak dapat dibantah bahwa telah menyinggung perasaan umat Islam dan karena itu kami meminta maaf,"

Itulah sepenggal kata dari salah satu pimpinan redaksi Jyllands-Posten, Carsten Juste. suatu kalimat yang pendek dan ringan yang terlepas begitu saja menganggap bahwa pemuatan ke-12 gambar kartun itu biasa-biasa saja dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan siapa pun.Adalah salah besar jika mereka mengganggap bahwa pemuatan kartun itu hanya bentuk ekspresi sebuah kebebasan pers di negara itu.

Dalam hal ini seharusnya Pemerintah Denmark harus meminta maaf dan mengklarifikasi atas pemuatan gambar kartu tersebut. tapi lewat Menteri Luar Negeri nya , Per Stig Moeller memberikan pernyataan bahwa "Kami tak akan meminta maaf. Namun sangat penting bagi kami untuk menekankan bahwa kami adalah sebuah masyarakat yang mendukung adanya toleransi dan saling menghormati,'' pernyataan yang kembali menyulut amarah , sehingga demonstrasi anti Denmark pun terus meluas.


Kurt Westergaard, seorang Non Muslim Denmark lah yang berhasil memenangkan sayembara pembuatan ilustrasi gambar Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Harian Jyllands-Posten itu.dari ke-12 gambar kartun tersebut, salah satunya terlihat seorang yang menggunakan surban berbentuk bom. Di bawah gambar ilusi hasil perlombaan masyarakat non-Muslim Denmark, itu tertulis: ''Prophet Mohammad Cartoons'' (kartun Nabi Muhammad). Tepat di sampingnya, ada sebuah gambar seorang laki-laki duduk di belakang meja. Tangannya memegang sebuah poster bertuliskan: ''This Is Freedom of Expressions'' (ini adalah kebebasan berekspresi). kebebasan ekspresi yang kebablasan, Dunia pun kaget amat sangat seluruh umat Islam diseluruh jagat ini marah besar, semua turun kejalan meneriakkan protes atas pelecehan terhadap Islam, sesuatu yang sangat fundamental terhadap kepercayaan dari hampir 2,5 milyar penduduk di dunia ini. Islam sangat mengutuk keras bentuk upaya apapun dalam memvisualisasikan seorang Nabi.

Sebanyak seratus orang anggota Taliban malah menyatakan siap untuk melakukan serangan bunuh diri menyusul pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW di sejumlah media massa Barat. Demikian diungkapkan oleh salah seorang pemimpin Taliban, Mullah Dadullah, pihaknya juga menyediakan hadiah bagi siapa saja yang berhasil membunuh orang-orang yang bertanggung jawab atas pembuatan dan pemuatan kartun tersebut. ''Kami akan memberikan hadiah emas seberat 100 kg kepada mereka yang berhasil membunuh pembuat kartun itu,'' katanya. Sedangkan hadiah 5 kg emas diberikan kepada siapa saja yang mampu membunuh personel pasukan Denmark, Jerman, maupun Norwegia. Dadullah menyatakan, media-media di ketiga negara tersebut telah memuat kartun yang melecehkan Nabi Muhammad SAW dan memicu amarah umat Islam di seluruh dunia.

rakyat Iran pun tak kalah dalam melancarkan protesnya, mereka pun mengadakan sayembara pemuatan kartun Holocaust, sebuah tragedi Genocide (upaya untuk pengahapusan ras tertentu) yang dilakukan oleh Adolf Hitler dengan Nazi-nya yang berhasil membantai 6 juta kaum yahudi di Jerman.sayembara itu hanya ingin memberi tahukan kepada media barat sebatas mana kebebasan pers itu bisa berekspresi jika menyinggung ke masalah yang fundamen.kontan atas sayembara itu kaum yahudi dalam hal ini pemerintah Amerika Serikat melakukan protes terhadap Iran, mereka menyebutkan bahwa Pembantaian 6 juta etnis yahudi itu bukanlah sebuah lelucon yang dapat di kartunkan. sebuah kecaman yang menimbulkan ironi, Amerika tidak tahu bagaiamana sakitnya perasaan umat Islam sedunia atas pemuatan kartun dari seorang Nabi yang sangat dijunjung dan sangat di agung-agungkan itu.mereka tidak tahu bahwa jika area tersebut di usik sedikit saja, maka tunggulah seluruh umat Islam akan bersatu untuk memberangus siapa saja yang telah menghina agama mereka.

Balada itu terus berlanjut,gelombang kecaman, protes, demonstrasi yang meneriakkan anti Denmark terus mengalir, tidak terkecuali di Indonesia, tapi ada satu hal yang lucu disaat umat islam sedang marah-marahnya atas pemuatan kartun oleh tabloid Denmark, Tabloid mingguan Gloria terbitan Jawa Pos Media Group, mengekor koran Denmark, Jyllands-Posten. Media yang populer di kalangan umat Nasrani dan berkantor di Jalan Karah Agung, Surabaya, Jawa Timur, itu memuat kartun penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW, di tengah gelombang protes Umat Islam Indonesia dan dunia.''Tabloid Gloria ibarat menyiramkan bensin dalam kobaran api". begitu pula dengan tabloid PETA yang bermarkas di Bekasi, walaupun dari pihak redaksi telah meminta maaf atas pemuatan kartun tersebut dan sebagian besar tabloid yang telah beredar itu ditarik kembali, tetapi itu tidak cukup hanya dengan permohonan maaf,proses hukum harus dilakukan atas pemuatan kembali gambar kartun yang isinya menyatakan permusuhan dan kebencian itu.

seharusnya kita harus pintar dalam menyikapi hal ini, pemuatan ke-12 gambar kartun itu memang telah menyinggung perasaan kita sebagai seorang muslim, kita pasti paham atas sikap saudara-saudara kita yang melakukan aksi pengrusakan atas bangunan-bangunan kedubes Denmark di Syiria,Afganistan,Iran dan di negara-negara Islam lainnya, sebagai bentuk sensitivitas perasaan mereka atas pemuatan kartun tersebut. aksi demo adalah media yang paling efektif dalam menyampaikan aspirasi tetapi perlu dingat agar aksi demo itu harus mengedepankan akhlak islami, yaitu cara damai tanpa mengurangi sikap tegas kita sebagai Muslim. Ini untuk menghindari pihak ketiga yang menunggangi aksi tersebut sehingga merugikan citra Islam. sebuah dialog haruslah terjadi antara negara-negara Muslim yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk menjelaskan larangan terhadap visualisasi Nabi Muhammad SAW dalam bentuk apapun kepada negara-negara Barat, agar nantinya tidak akan terulang lagi walau dengan dalih kebebasan Pers sekalipun. Semoga mereka-mereka yang berada dalam lingkaran pemuatan kartun tersebut memperoleh balasan yang lebih dari setimpal di hari akhir nanti.Amin.

posted by Khairul Fuadi @ 2:48 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 

takkan ada batasan,ketika semua [perlu] ruang,.
About Me

Name: Khairul Fuadi
Home: Bengkulu, Sumatra, Indonesia
About Me: dilahirkan di Bengkulu 23thn yang lalu, 13 tahun menghabiskan pendidikan formal TK-SMA di Bengkulu,setelah menamatkan SMA memiliki keinginan untuk melanjutkan ke STPDN, alhamdulillah ga diterima (walau pada saat tes mulai dari awal-akhir tidak pernah terlempar dari 4 besar). sekarang masih tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Univeritas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) semester akhir. aktif di organisasi pergerakan kampus dan himpunan mahasiswa jurusan. sekarang diberi amanah sebagai Kabid Sosek Pengurus Cabang AR.FAkhruddin IMM Kota Yogyakarta, pernah mewakili KOMAHI (Korps Mahasiswa Hubungan Internasional)UMY dan Indonesia pada secretary general CAYC dan mendapatkan ASEAN TAYO (Teen Achomplished Youth Organization) 2007 award di Cebu Filipina.
See my complete profile
Previous Post
Archives
Shoutbox

Links
My Album

Times

Times

Pengunjung

    Free Web Counter

Powered by

Blogger Templates

BLOGGER